Rabu, 13 Mei 2015

13-05-2015



16.31
Senja mulai merangkul mega. Akupun mantap membunyikan bensin beralur di sebuah tempat teratur hijau, wangi aroma khas desa. Hanya sejuk yang kurasa. Tepat di depan area pemakaman umum, aku berhenti. Sekedar mengecek isi tas, yang kukira ganjal dengan kata "ketinggalan". Tiba-tiba ada seorang anak berumur 11 tahunan hampir menyerempetku dengan sepeda ontel miliknya. "Ehh,,spuntene mbak". Senyum nyengirnya terlempar indah. Layang-layang di punggung, menjadi berlalu begitu saja. Ia kayuh sepedanya dengan kecepatan penuh sepertinya sedang tergesa-gesa. Dengan bunyi bensin yang sama, kukejar ia karena kebetulan, arah tujuan kami sama. Sesampainya di depan sebuah musholla kecil, kusapa ia dengan kata "ayokk, balapan dek..". hingga akupun berlalu mendahuluinya. Sesampainya di jalan belokan, kuturunkan tensi bensin. hehee..rupanya ada polisi tidur yang abadi tak akan pernah bangun. Dengan penuh kehati-hatian menjaga keseimbangan, adek berkaos coklat tadi berganti mendahuluiku. "Horreee,,,aku menang mbak". Tawanya...mengingatkanku akan sebuah hal. Ternyata, usaha kerasnya membuahkan hasil yang maksimal. Dengan kerja kerasnya mengayuh sepeda lebih cepat, ia mendahuluiku di belokan itu. yaa,, yang terpenting adalah usaha keras, kita bisa sampai pada tujuan. Bukan karena kita berada diatas motor, kita menjadi lebih sombong daripada orang yang berjalan kaki. Bukan karena kita berada di dalam mobil, kita menjadi lebih angkuh dari para pengayuh jalanan. Bukan karena kita terbang, kita menjadi lupa daratan. Bersyukur atas apa yang ada dan memperbaiki yang masih kurang, itulah kuncinya. 

‪#‎Kita‬ bertekad + #kita berusaha = itulah cara Allah membuat kita mengetahui hakikat makna :) :) :) 

 
*hey adek kecil,,usaha besarmu dan tekad kuatmu mengajarkanku ‪#‎SEMANGAT‬ diposisi sekarang ini. Terima kasih atas pelajaran hari ini..terima kasih ...

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar