Penyakit
karenaku sangat murah. Tetapi, obat sebab diriku demikian mahalnya. Siapakah
aku ??? Sebut saja, namaku cinta. Aku terlahir dari keindahan yang tercipta.
Aku adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka akupun bisa
menjadi pelangi. Goresannya yang kuat, warnanya yang terang, paduannya yang
rumit, tetapi semuanya nyata. Itulah aku. Terkadang aku berada diantara dua
kaum yang berbeda. Kaum adam dan kaum hawa. Tahukah kau, apa yang mereka
inginkan dariku ??? ini dia ...
1.
Perempuan membutuhkan penjagaan dan
perhatian, sedangkan laki-laki membutuhkan kepercayaan.
2.
Perempuan membutuhkan pemahaman
sedang laki-laki membutuhkan penerimaan.
3.
Perempuan membutuhkan penghormatan
sedangkan laki-laki membutuhkan penghargaan.
4.
Perempuan senang pengorbanan dan
laki-laki senang dikagumi.
5.
Perempuan membutuhkan pemberian
hak-hak dirinya dan laki-laki membutuhkan pengakuan.
6.
Perempuan membutuhkan penguatan
cinta yang terus menerus dan laki-laki membutuhkan dorongan.
Sesederhana
itukah, aku ??? yaaa... aku adalah kehidupan yang barangsiapa menolaknya, maka
ia termasuk kelompok orang yang mati. Aku adalah cahaya yang barangsiapa
kehilangannya, maka ia akan berada didasar lautan kegelapan. Aku adalah obat
penawar yang barang siapa tidak memilikinya, maka semua penyakit akan bersarang
dihatinya. Aku adalah kebahagiaan yang barang siapa tidak menggenggamnya, maka
semua detik kehidupannya adalah keresahan dan kegelisahan. Oh ternyata, banyak
orang yang menganggapku keliru. Banyak yang mengatas namakan diriku sebagai:
1.
Alasan mengejar kekayaan semata
2.
Alasan menanggalkan title “tak
laku” tanpa batas tanggung jawab
3.
Alasan ingin menolong nafsu yang
mengembara
4.
Alasan menafikan orang tua
5.
Alasan lari dari rumah
6.
Dan lain sebagainya.
Bila aku lahir
dari pemaksaan dan keterpaksaan, maka ketahuilah aku akan rapuh dan sirna. Lain
halnya bila aku lahir karena kesesuaian dan kecocokan jiwa, maka aku akan kokoh
dan kuat, tidak akan sirna kecuali oleh penghambat yang lebih kuat dari
penyebab adanya aku. Termasuk ketika aku terlahir demi mendapatkan tujuan
tertentu yang semu, maka akupun akan luntur seiring dengan luntur dan
menipisnya tujuan yang hendak dicapai oleh orang itu karenaku.
Bermain-main
denganku ibarat bermain dengan bara api, disatu sisi memberi cahaya terang
benderang, tetapi disisi lain bila tidak bisa mengendalikannya, maka cahaya itu
bisa menjadi jilatan api yang membakar seluruh tubuh. Jangan dikira aku manis.
Aku juga bisa menebar kengerian bagi siapapun yang salah menganggapku.
Terkadang,
telinga merindukan sebelum mata...apakah itu juga aku ??? bukan, itu adalah
saudaraku dan sebut saja, dia adalah rindu.
Manusia modern
berpandangan bahwa aku adalah kebebasan tanpa batas dan kemerdekaan tanpa
adanya ikatan tanggung jawab. Mereka salah, dalam mendiskripsikan diriku. Aku
bukanlah jalan menuju keliru. Aku bukanlah umbaran nafsu yang menggebu-gebu.
Aku bukanlah alasan untuk berbuat seenaknya ini dan itu. Pahamilah, diriku
dengan sebenar-benarnya pemahaman. Aku mampu menuntunmu pada keridhoan. Aku
mampu menuntunmu pada munajat. Aku mampu menuntunmu pada hari, dimana ketika
dua kaum bertemu dalam wujud individu, maka yang ada hanyalah ibadah dan surga
duniamu. Itulah misteri tentangku. Aku selalu hadir dihatimu. Entah dalam
kesadaranmu, atau tidak. Aku tetap ada disana, karena disanalah rumahku.
0 komentar:
Posting Komentar