Panas yang berujung terik, tak membuat patah semangat untuk dapat mengukir kisah dihari ini. berbekal tekat, berangkatlah aku dan temanku ke suatu tempat yang bernama jalan kopral usman gang masjid. sedikit nyantai dengan harapan sampai tepat pada waktunya. karena hari ini adalah hari jum'at...mungkin akan terjadi pembeludakan pada waktu dhuhur. hingga kusadari dalam penat panas, jika aku dan temanku telah muter alun-alun sebanyak dua kali. kemudian nyasar ke hotel yang bernama ilino dan ketika menanyakan tempat yang kami cari, salah pemahaman pertanyaan kami terlontar kepada orang yang tuna wicara. ups ^,^ diantara aksi penggalangan dana untuk membantu meringankan korban-korban banjir dijakarta, tepat diperempatan lampu merah. ada juga seperti sebuah keluarga kecil nan lusuh dari sisi pakaian yang mereka kenakan. seperti bercerita bagaimana hidup mereka begitu pelik demi mendapatkan sesuap nasi. bersyukur. yaaa, layaknya aku harus senantiasa bersyukur namun dalam nyatanya, aku selalu lupa akan semua nikmat yang telah ada. tak patah semangat, kami mencari lagi, menelusuri gang teduh yang kami cari. digang itulah, aku akan mengembalikan hijab pink milik temanku yang kubawa dari waktu PM (pengabdian masyarakat) dulu. hmmm, teringat satu tahun sudah kenangan PM itu berlalu. indah yang tak mampu dilukiskan dengan kata-kata. kemudian kami menemukan jalan Arif rahman, Jend.Basuki, dan masih banyak nama-nama jalan yang telah kami lewati namun, jalan kopral gang masjid masih belum tercapai kami jajaki. wuusshh, angin panas berhembus. semakin menyipitkan mataku. tawa kami menjadi istiqomah. bagaimana kami bisa muter-muter dibanyak telusuran jalan bahkan gang-gang. tetap saja belum ketemu. hampir sudah menanyakan kepada 7 orang. hahaa, nihil :D
Semakin menuju jalan layang yang kamipun tak tahu akan berarah kemana. hahaa, uji nyali "sesat bertanya malu dijalan". hingga kemudian aku turun dan bertanya pada bapak tua kemeja kuning pengayuh becak. kemudian bapak tersebut menjelaskan berbagai arah kepada temanku. hehee, maklumlah aku tak sebegitu kuat hafal tentang jalan. hingga ternyata dan akhirnya bapak itulah sebagai sumber terakhir :D
hahaa... ternyata temanku juga punya teman ditempat yang bernama nurul furqon itu. dan seakan dunia tak selebar daun kelor, kamipun bercerita panjang kali lebar kali tinggi. hmm, cukup menarik.
Kemudian dalam perjalanan pulang pun, aku kira temanku sudah cukup faham dengan alur jalan kembali. ehh, oh ternyata. kamipun nyasar lagi hingga hampir sampai dipasuruan. hahaa, sedikit takut dengan harap-harap cemas. jalanan yang kami lalui semakin lama, semakin sepi. lowokwaru. entahlah dibagian mana tempat itu berada dikota malang. namun kami rasa, kami menjadi semakin jauh dari jalan pulang. tanya lagi, lagi, dan lagi. hingga sampailah kami di TMP (taman makam pahlawan). darisana, temanku mulai faham jalan pulang. hahaa, saking emosinya. ketika kami beli cilok dipinggir jalan...sambel beneran kami kira sambel kacang. "banyak-banyakin saja pakk"seru kami. pak pedagang yang lumayan kurus itupun sebenarnya sudah memperingatkan namun, kami tetap saja teguh pendirian. hohoo emosi karena hampir seharian muter-muter ndak jelas tapi keren :D
Banyak hikmah yang dapat kami ambil, sabar, syukur, dan semangat :) inilah kisah diakhir januari ...
31-01-2014