Jumat, 22 November 2013

Cinta Menurut Islam


1. CINTA MAWADDAH

adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan “nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selalu berdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Ia ingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. CINTA RAHMAH

adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut, siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenis rahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibanding terhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sang kekasih walaupun ia harus menderita. Ia sangat memaklumi kekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya. Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antara orang yang bertalian darah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dari itu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham , yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri, yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari kata rahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasana psikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darah dianjurkan untuk selalu ber silaturrahim ertinya menyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cinta mawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-dunia akhirat.

3. CINTA MAIL

adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara, sehingga menyedut seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderung kurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebut dalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepada yang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yang lama.

4. CINTA SYAGHAF

adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinil dan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qad syaghafaha hubba) boleh jadi seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampir tak menyedari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghaf ketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, isteri pembesar Mesir kepada bujangnya, Yusuf.

5. CINTA RA’FAH

yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkan norma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidak sanggup membangunkannya untuk sholat, membelanya meskipun salah. Al Qur’an menyebut istilah ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fah menyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini hukuman bagi penzina (Q/24:2).

6. CINTA SHOBWAH

yaitu cinta buta, cinta yang mendorong kelakuan yang menyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut istilah ini ketika mengisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan dengan Zulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja), sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatan bodoh, “wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min al jahilin (Q/12:33)”.

7. CINTA SYAUQ (RINDU)

istilah ini bukan dari Al Qur’an tetapi dari hadis yang menafsirkan Al Qur’an. Dalam surat Al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akan tiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsur dari hadis riwayat Ahmad : ”wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhika wa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnya memandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu”. Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab “Raudlat al Muhibbin wa Nuzhat al Musytaqin”, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepada sang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yang apinya berada di dalam hati sang pecinta, (hurqat al mahabbah wa il tihab naruha fi qalb al muhibbi).

8. CINTA KULFAH

yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidik kepada hal-hal yang positif meski sulit, seperti orang tua yang menyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski ada pembantu. Jenis cinta ini disebut Al Qur’an ketika menyatakan bahwa Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, “la yukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)”
by : YM

Pembelaanmu, Terima Kasih Teman

              Seperti biasa dengan waktu yang biasa, saya meluncur keluar kelas penuh dengan histeris. histeris bahagia. hahaa... dassar mahasiswa tiada baik2nya. dalam seharian penuh, dengan 2 mata kuliah berbeda, daaan semua dosen berhalangan hadir. haish, bisa gila mendadak saya. suatu fenomena dunia pendidikan. udah bayar mahal2, tapi selalu saja tertuntut pada jam kosong, kesibukan sang dosen, hingga waktu dalam sakit. mungkin ada juga kesibukan sendiri yang terselubung. hehee :)
walaupun itu semua kejadian terjadi, tetaplah harus bersyukur dalam "memandang kebawah". saya bisa berada di kampus ulul albab ini dengan berjuta cerita yang mungkin kebanyakan dari remaja seumuran saya belumlah bisa merasakan betapa indahnya menjadi mahasiswi. oh hooo, yaaa itulah roda kehidupan yang selalu berputar jungkar jungkir bolak balik. dan ketika saya "memandang keatas" disanalah berjubel harapan dengan keyakinan saya bisa meraih semua mimpi diawan ;)
              Dalam asyiknya kembang tawa, saya melihat sosok kemeja putih itu. tepat berada didepan kelas tetangga. hohoo, dia sosok yang baik menurut saya. merelakan dirinya terkena masalah besar, karena saya. serta menyembunyikan nama saya dalam masalahnya. hmmm, padahal dengan jelas saya juga menjadi tersangka dialur masalah itu. tetapi, hingga sekarang dia yang bergeming masalah dan saya masih selamat. ah sudahlah. toh ya jikalau saya ngikut bergeming dengan masalah itu ... mungkin habislah hidup saya dimana saya bertempat sekarang. yaaa, banyak keajaiban dibalik kata mungkin. mungkin saja dia juga memiliki berjuta alasan dalam penyembunyian nama saya. okke, saya acungi 2 jempol atas kebaikan dia kepada saya. terimakasih ... serta maaf atas pengecutnya diri saya. diam beribu bahasa. berharap semoga masalah ini cepat usai. seiring dengan berombaknya waktu.
             Tampak berbeda sosok kemeja putih itu dari biasanya. kedua mataku menyipit seakan mendiagnosa hal apakah yang membuat pandanganku berbeda dari biasanya. wajahnya tampak pucat. serta baru kali ini aku melihatnya pakai jacket. yaps, jacket abu-abu itu seakan menjadi perwakilan atas apa yang tersembunyi dibalik kesan hangat yang diberikan. ketika aku dengan PDnya mengajak dia bercakap, kudapatkan sosok yang benar-benar berbeda. balasan kata-kata yang lembut. bijak. raut muka yang, menurutku penuh dengan sosok yang dewasa. hingga tersadarlah aku jika dia begitu benar-benar berbeda hari ini.
"eh, pyn piye ambek masalah seng iku ??? wess ndak popo ta ??? ..."
"wess, ndak popo. serahne ae mbek Pengeran. lak pancen e salah yo Pengeran sng mbales."
"wauuw... y tapi aku moleh ngroso ndak enak nang pyn e. spurane"
"iyooo, gampanglah. wess ndak usah dipikir. santae ae"
 senyum itu masih lekat terpampang begitu sempurna. betapa tersembunyi tanyaku dalam hati kemudian. "kamu sakit ya ??? maaf"

*22-11-13


Minggu, 17 November 2013

Bayangan...


jika saja aku mampu mengutarakan "rindu" yang tak pernah terutarakan.
jika saja aku mampu mengutarakan "kasih" yang tak pernah terutarakan.
jika saja aku mampu mengutarakan "cinta" yang tak pernah terutarakan.
jika saja aku mampu mengutarakan apa yang tak mampu kuutarakan.
sayangnya, kamu adalah bayang-bayang. entah kapan dan dimana, aku menjadikanmu ada dalam deretan kisah ketiadaan. siapapun kamu, kini kamu hanya bayang. bayang dalam sorot mataku nan jauh diufuk awan. bayang dalam segala memory tentang siapa. harap dalam semu bahagia. bayang yang sedari dulu aku requestkan yang paling sederhana diantara yang paling indah menurutNYA. bayang yang senantiasa menjaga agamanya dalam suka maupun duka. dalam perih lara maupun gempar bahagia. bayang yang menurutku itu, mungkin itu, bisa saja itu dan itu. satir yang belumlah terlepas. bayang yang belumlah sempurna. aku yang tiadalah menjadi bagiannya. semoga mampu. semoga bisa. semoga senantiasa dilumuri cinta atas ridhoNYA. entah kini dan nanti. aku akan belajar mencintaimu sepenuh hati. mengasihimu dalam suci. serta merindukanmu dalam bakti... semoga O:)
dalam bayangpun aku berdoa, semoga ... semoga ... dan semoga. siapapun nama dilauhul mahfudz sana. itulah nama teristimewa dari sekian banyak nama untuk bersanding dengan nama yang menjadi doa dalam diri nan penuh angkara ini ...
hingga terpatrilah akhlak mahmudah dalam bimbingan imamku yang sesungguhnya ...
rintihan doa diantara banyak wanita yang inginkan siapapun dia, dalam cinta Tuhannya berbalut mahligai surah ar-rahman dan surah al-waqiah ...


Jumat, 01 November 2013

Surat Untuk Sang Pena Kecil Pengagum Hujan :)

01-11-2013

wahai temaaan ...
kita bertemu tiada kiraan ...
mengalunkan nada indah persahabatan ...
berada diantara kisah terkembang nian ...
ufuk fajar yang menjadi beribu dugaan ...
maafkan ...
atas segala tawa yang selalu menyesakkan ...
mungkin diantara kata kesekian ...
menjadi salah dalam pengertian ...
kini aku belajar menjadi diriku yang lain ...
menjadi lebih memahami apa itu arti kawan ...
sehingga aku dan kamu dapat berpeluk dalam kemesraan ...
dalam indahnya senja lantunan ...
tiada kata berpeluh untuk mengumbar ratapan ...
aku dan kamu sama dalam artian ...
sama-sama bertahan ...
dari suatu rasa sakit yang tak tertahankan ...
entah kapan ...
namun kita harus yakin ...
yakin ...
dan yakin ...
datangnya makna kesembuhan ...
dari balik lorong manapun kehidupan ...
alur yang belum pernah kita jajaki semua keunggulan ...
disanalah kita menemukan kekuatan ...
dalam balut harapan ...
tetaplah tersenyum kawaann ...
aku ada diantara cerita kau dendangkan ...
menuju apa itu penghabisan :)

miss you so much