Minggu, 15 Desember 2013

Hal Terberat Adalah Pengorbanan

kakaaakk ...
Andai saja aku mampu mengatakan apa yang aku rasakan sekarang ini,. pastilah aku akan mendengarkan nasehatmu. mencoba melakukan apa yang kau katakan. belajar memahami hidup dengan caraku atas bimbinganmu. namun kaakkk, aku sekarangpun tak berani mengatakan apa yang aku hadapi. aku taakut mengusikmu. aku takut mengganggumu. aku takut akan semua hal-hal yang akan menyulitkanmu. aku takut kaakk, sungguh aku tak ada daya upaya untuk melakukannya. padahal dulu, aku begitu mempercayaimu. ada masalah sekecil apapun, aku pasti bercerita padamu. aku rindu masa dimana aku benar-benar memiliki seorang kakaak. kini kakakk sibuk akan tugas akhir. aku takk akan mengganggumu sedikitpun kak. jika aku bercerita akan masalahku, aku tahu...pasti itu semua akan membebani pikiranmu. sedikit maupun banyak. pasti punya celah disana. kakk,, aku hanya ingin melihat orang-orang terdekatku bahagia. aku tak ingin, kedekatan kakak denganku ada yang iri. biarlah aku saja yang mengalah kaakk. jika dengan mencoba menjadi sebelum aku mengenal kakaa, itu bisa membuat dia bahagia. aku akan mengalah untuknya kak. kakaak jaga diri baik-baik y, mungkin cepat atau lambat aku akan mulai menjauhi kakak. hal yang sama yang aku lakukan ketika aku juga mulai menjauhi semua teman-temanku. aku tak ingin kalian terluka. aku ingin kalian bahagia. akupun juga ingin melihatnya bahagia walaupun haus mengorbankan senyumku. dia juga dulu pernah menjadi teman terbaikku. namun nyatanya aku telah membuatnya terluka sebegitu dalam karena keberadaanku. biarlah aku yang mengalah kak, biarlah aku yang menghindar dari semuanya. dia berhak mendapatkan posisinya. dia pasti akan sangat bahagia jika aku tak lagi ada. terima kasih untuk semuanya kakk... entahlah, sampai dibatas mana aku akan seperti ini. hingga stadium akhir pada penyakitkupun, aku akan menerima takdirku. mungkin inilah yang terbaik untuk semuanya. terima kasih kakakk, karena telah menjadi bagian terindah dalam hidupku, sudilah kiranya engkau menganggapku adek, walau hanya sekejab namun aku tetaplah bahagia :)

***

Kemarin malam sakit diotakku kambuh lagi. hal yang selalu sama terjadi kapan saja padaku. dulu...pernah kambuh ketika dimasjid, namun lantunan sholawat darinya membuatku tenang. pernah pula suatu ketika rasa sakit itu tak tertahankan. tetap dengan nada yang sama, aku menjadi agak baikan. karena kakak. yaaa...dan kini aku tak tahu harus berlari kemana. sakitku kemarin sangat sangat sakit. hingga terasa semua yang kulihat berputar-putar. badanku gemetar dan mimisan. dokter dulu pernah bilang padaku, masih sangat jelas teringat "jika kamu punya masalah dengan ini (sambil menengkupkan tangan kanannya ke dada), dan juga jika sampai pada stadium lanjut, maka akan terjadi perdarahan disana (jari telunjuk yang tegas itu menunjuk bagian paling atas dari tubuhku, tepat). itu adalah hal yang sangat fatal. oleh karena itu, sikapmu yang seperti masih anak kecil. menganggap semuanya lelucon. sedikit demi sedikit akan membantu memulihkan semuanya. ingatlah laaa, jangan biarkan dirimu larut dalam kesedihan. akan fatal akibatnya nanti. kamu mau berjanji kan ???" waktu itu, aku hanya mengabaikan perintah dokter. aku pikir, hidupku akan selalu bahagia. dan ternyata sampai dititik ini, aku tak bahagia. kepalaku benar-benar sakit sekali tadi malam. kira-kira aku sudah stadium berapa ya ??? sudah lama aku tak pergi ke dokter itu lagi. aku pikir, aku hanya perlu berobat ke dokter ganteng. haiisshh, tidak diotak, tidak didarah, tidak dinafas, aku merasa tak baik semuanya. Allah ... apalagi yang kan terjadi padaku nanti entahlah, aku kuat atau bahkan rapuh. namun satu doaku ya Allah... berilah kebahagiaan untuk mereka semuanya, teman-temanku. tak peduli bagaimana keadaanku, aku tetap menyayangi mereka setulus hatiku. semampukuu. Aamiin... :')

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar